Regulasi Absensi berbasis kinerja…

Sudah agak lama ndak ngablog ternyata ada yang kurang ya.. weleh.. mulai lagi ah nulis-nulis, mungkin ide, kritikan, himbauan dan yang lain tetapi semuanya bersifat membangun demi kebaikan bersama. Kali ini akan saya bahas tentang regulasi absensi yang ada di Universitas Sebelas Maret.

Regulasi  Absensi yang ada di uns, antara lain berkaitan tentang jam masuk, jam pulang dan bepengaruh ke keterlambatan.  Terhitung mulai tanggal 1 Juli 2008, hari/jam kerja di lingkungan UNS yang semula 6 hari kerja menjadi 5 hari kerja dimulai hari Senin s.d. Jumat dengan ketentuan jam kerja sebagai berikut : Senin s.d. Kamis pukul 07.00 – 15.30 (istirahat pukul 12.00 – 12.30), Jumat pukul 07.00 – 14.30 (istirahat pukul 11.00 – 13.00). Ketidakterlambatan hadir kerja diperhitungkan apabila hadir tidak lebih dari pukul 07.30 dan waktu pulang paling awal pukul 15.30 untuk hari Senin s.d. Kamis dan pukul 14.30 untuk hari Jumat.

Berdasarkan regulasi tersebut mengandung kesimpulan bahwa efektif kerja dihitung dari jam mulai masuk dan jam pulang atau bisa saya sebutkan time_base. Jadi kalau masuk setelah batas mulai jam masuk dianggap terlambat atau tidak efektif.

kalau melihat kenyataan dilapangan, bahwa saat ini uns lagi gencar-gancarnya menuju world class university, salah satu aspek penting untuk mendukung tujuan tersebut adalah tersedianya layanan online berbasis web dan internet yang realtime, stanby, dan cepat untuk segala informasi yang ada di uns, Agar layanan tersebut tetap berjalan bagus, sempurna dan baik membutuh maintenance, mulai dari back-up, update sistem sampai upgrade hardware. Untuk maintenance sistem layanan berbasis online dilakukan pada saat sistem online tersebut tidak pada saat jam kerja tetapi dilaksanakan pada hari libur/ jam malam.

Berdasarkan studi kasus tersebut kalau kita bandingkan dengan regulasi absensi tidak akan klop atau tidak effektif, karena bagi penanggung jawab teknis sistem online akan bekerja lebih dari jam kerja yang berlaku di UNS, untuk melakukan keggiatan maintenance tersebut.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah merubah regulasi absensi dari time_base ke durasi_base, artinya absensi dihitung bukan berdasarkan jam mulai masuk tapi jumlah durasi dari jam pulang dikurangi jam masuk. sehingga tidak akan terjadi kesenjangan antara staff biasa dengan staff penanggung jawab sistem online. misalkan regulasi 1 hari durasi jam kerja 8 jam/hari, jika seseorang masuk jam 9, maka dia boleh pulang jam 5.30 agar dianggap efektif bekerja.

3 Responses to “Regulasi Absensi berbasis kinerja…

  • klo saya setuju juga nih…

  • kalo cuma sekali terlambat masuk ga ap2 tapi kalo tiap hari namanya bukan kurang efektif tapi malas

  • Saya hanya ingin sekedar sharing dengan temen-temen. Saya Ari Basuki, karyawan di UPT Laboratorium Pusat MIPA UNS. Di bagian kami, absensi menggunakan finger sehingga diharapkan absensi dilakukan oleh orang yang bersangkutan (tidak bisa titip absen), namun ada sesuatu yang menurut saya kurang/tidak enak kalau tidak boleh dikatakan merugikan terhadap karyawan. Pasalnya, seting jam/waktu di tempat saya terlalu cepat (mblandhang=bhs.jawa) 5 menit. Artinya jika ada karyawan yang datang pkl.07:25.01 maka sudah pasti mesin absensi akan mencatat terlambat ( masuk absensi adalah 07.30 paling lambat ), padahal waktu sebenarnya masih pkl.07:25, berarti sebenarnya masih ada waktu 5 menit yang menjadi hak karyawan untuk tidak menjadi terlambat. Saya mencoba membandingkan waktu di mesin absensi dengan jam yang ada di HP saya (nokia 6585, dengan kartu im3), selain itu dengan crosscheck di internet dengan waktu GMT, artinya di WIB+7. Dengan berita fundamental forex(valas), dan terakhir dengan waktu yang tertera di televisi ( RCT saat ada berita tertampil waktu, di ANTV saat puasa tertampil waktu,untuk mengetahui waktu buka, dan di satu stasiun lagi saya lupa, barangkali di metroTV). Dari seluruhnya membuktikan bahwa seting jam absensi ditempat kerja saya mblandhang 5 menit.
    Sebenarnya saya tidak perduli sayaterlambat atau tidak, bagi saya yang penting saya berusaha semempu mungkin untuk memenuhi absensi karena hal ini terkait dengan jam kerja yang sudah dibuatkan SK Rektor, dan juga untuk memenuhi kewajiban saya karena telah mendapatkan gaji sebulan utuh di awal bulan. Saya hanya berpikir, kalau demikian bukankan dengan menseting waktu/jam di mesin absensi mblandhang 5 menit (entah sengaja atau tidak) akan merugikan karyawan, karena akan kehilangan haknya berupa bonus uang transport. Saya hanya ingin mengatakan apakah hal ini tidak termasuk mendholimi karyawan,karena telah menghilangkan hak orang lain.
    Demikian, kalo ada teman-teman yang berkenan, mohon saran-sarannya, apa yang mesti saya lakukan guna meluruskan yang menurut saya suatu kesalahan ini.
    Terimakasih, dan mohon maaf jika kurang berkenan.
    Salam,
    Ari Basuki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar